

Profil Wehea
Hutan Lindung Wehea merupakan aset penting dalam konservasi biodiversitas. Area seluas 29.000 hektare ini merupakan rumah bagi satwa endemik liar seperti orang utan (Pongo pygmaeus), owa kelabu kalimantan (Hylobates funereu), lutung merah (Presbytis rubicunda) dan macan dahan (Neofelis diardi borneensis). Tantangannya, 80% habitat satwa yang dilindungi tersebut terletak di luar kawasan konservasi.
Tingginya nilai vital Hutan Lindung Wehea untuk keberlangsungan biodiversitas dan kehidupan masyarakat, kian mendorong masyarakat adat untuk tidak tergerus kebutuhan produksi semata. Terlebih lagi, hutan ini kaya akan sumber daya alam yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan, air, apotek hidup, dan lainnya. Masyarakat Dayak Wehea memulai aksi nyata melindungi kawasan yang menjadi habitat orangutan Kalimantan ini, dari yang semula adalah hutan produksi, diusulkan menjadi hutan lindung. Hingga akhirnya pada 2004, status kawasan hutan lindung berhasil diperoleh dengan hak pengelolaan oleh masyarakat Dayak Wehea.
Kelompok Petkuq Mehuey terdiri atas sekelompok pemuda-pemudi Dayak Wehea yang dikukuhkan oleh kepala adat suku Dayak Wehea Desa Nehas Liah Bing untuk menjaga kawasan Hutan Lindung Wehea. Mereka berpatroli untuk mencegah masuknya penebang liar, penambangan liar, mengumpulkan data flora dan fauna, dan memantau satwa liar. Tidak hanya itu, kelompok Petkuq Mehuey juga bertugas mendampingi wisatawan yang datang.
Media
https://www.ykan.or.id/id/kemitraan/mitra-konservasi/nature-heroes/
https://www.youtube.com/watch?v=yFZ9J9LZXA4
https://www.youtube.com/watch?v=ODR5vt5eEM4
Contact Person
Yuliana Wetug (Phone : +62 812-5039-5858)
Profil : https://www.ykan.or.id/id/publikasi/artikel/perspektif/menjaga-hutan-menjaga-generasi-mendatang/
Peta