Latar Belakang
Indonesia juga merupakan negara dengan hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia. Hutan ini merupakan penyangga kehidupan tidak hanya bagi flora dan fauna yang hidup di dalamnya, tapi juga bagi masyarakat pedesaan yang hidup di sekitarnya. Hutan berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia dan memainkan peran penting dalam siklus hidrologi serta mitigasi perubahan iklim.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunikan dan keunggulan. Kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia adalah salah satu yang tertinggi di dunia. Terkait kekayaan di daratan, Indonesia merupakan rumah bagi 11% jenis tanaman dunia, 10% jenis mamalia dunia, 16% jenis burung dunia, dan 17% jenis reptil dan amfibi dunia. Selain itu, terdapat juga 61 spesies primata hidup di Tanah Air, dengan orangutan sebagai salah satu satwa ikoniknya. Orangutan merupakan primata endemis Indonesia yang penyebarannya hanya terbatas di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.
Program adopsi pohon menjadi salah satu cara untuk melindungi alam Indonesia sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.


Lokasi
Terdapat 3 lokasi yang menjadi pilihan untuk adopsi pohon yaitu:
1. Kampung Merabu:
Sepanjang jalur menuju Danau Nyadeng, pendakian Ketepu dan Gua Bloyot
2. Kampung Long Duhung:
Hutan Wungun di Sungai Blu’ Nyiu
3. Kampung Wehea:
Hutan Lindung Wehea
Program Adopsi
Program adopsi pohon menyasar tujuan konservasi dan tujuan sosial kemasyarakatan secara bersamaan. Dari sisi konservasi, program adopsi pohon akan memastikan tutupan hutan tetap terjaga melalui individu pohon yang dipelihara oleh masyarakat. Program adopsi adalah program donasi melalui skema “adopsi” untuk memastikan upaya konservasi hutan tetap berjalan sekaligus menyejahterakan masyarakat setempat. Melalui skema “adopsi” individu pohon oleh pendonor untuk memastikan pohon tersebut tetap sehat dan tegak berdiri, sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pemberian beasiswa pendidikan kepada anak-anak di Kampung.
Pembagian donasi adalah 50:50 untuk kebutuhan pemeliharaan pohon oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa dan beasiswa pendidikan untuk anak-anak kampung.
Hal yang membedakan Adopsi Pohon dengan program donasi lainnya adalah, pendonor akan mendapatkan plang nama yang didirikan di depan pohon sebagai tanda pohon tersebut telah diadopsi.
Program dilakukan dengan alur kegiatan sebagai berikut:
1. Pendonor berdonasi di halaman adopsi dengan memilih individu pohon dan nilai donasi yang akan diberikan;
2. Penyelenggara akan memasang plang dengan nama lengkap pendonor sesuai dengan nama yang ditulis pendonor di formulir donasi;
3. Papan nama akan berdiri paling lambat 1 bulan setelah donasi dibuat;
4. Penyelenggara akan mengupload foto pohon dan papan yang sudah berdiri;
5. Penyelenggara akan mengirimkan pemberitahuan apabila masa berlaku donasi akan habis.